• Comics 4 : Peluang dan Tantangan Industri Halal di Indonesia pada Presidensi G-20

     


        KSEI EkSys FEB Universitas Negeri Surabaya menyelenggarakan kegiatan COMICS (Islamic Economic Discussion) yang dilaksanakan setiap satu bulan sekali. COMICS yang ke-4 kali ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 29 Mei 2022 dengan mengangkat tema “Presidensi G-20 : Peluang dan Tantangan Industri Halal di Indonesia” kegiatan ini dilaksanakan secara daring via zoom pada pukul 09.00 WIB. Konsep COMICS kali ini membagi fungsionaris KSEI menjadi 2 tim dan berada pada breakout room yang berbeda antara Tim 1 dan Tim 2 untuk berdiskusi lebih aktif lagi di dalam room tersebut dan diakhiri dengan penyampain kesimpulan oleh masing-masing leader tim.



        Adanya G-20 dilatar belakangi dengan peristiwa krisis ekonomi pada 1997-1998. Tujuannya untuk menstabilkan ekonomi dan dapat digunakan untuk menunjukkan potensi dari masing-masing negara. Dampak positifnya pada industri halal Indonesia adalah ada peningkatan pendapatan dan devisa negara dikarenakan meningkatnya sektor pariwisata halal dan konsumsi yang ada dikarenakan pariwisata halal tersebut, lalu juga banyak UMKM memiliki sertifikasi halal sehingga dapat meningkatkan penyerapan tenaga kerja juga serta mendorong majunya investasi yang ada di Indonesia karena telah melakukan pengenalan potensi ekonomi Indonesia pada negara-negara yang terlibat dalam G-20. 


        Peluang untuk mengembangkan ekonomi syariah melalui agenda G-20 cukup besar karena Indonesia memiliki pendukuk yang mayoritas muslim dan visi presidensi G-20 sesuai dengan perintah agama islam untuk saling membantu, dan bermanfaat bagi orang lain. Beberapa aspek ekonomi syariah dianggap mampu mendukung proses percepatan pemulihan ekonomi pasca pandemi covid 19 sehingga selaras dengan tema yang diangkat pada kegiatan G-20 Indonesia yakni "Recover Together, Recover Stronger". Adanya G20 diharapkan dapat meingkatkan awareness pada sektor ekonomi halal yang potensial di masing masing daerah.


        Hambatan pada proses perkembangan industri halal sendiri yaitu kurangnya sertifikasi produk halal yang sesuai dengan UU no 33 tahun 2014 tentang jaminan produk halal karena pengurusannya cukup rumit dan membutuhkan waktu lebih. Namun dengan adanya G-20 Kemenag membuat dan mempermudah sertifikasi halal sehingga meingkatkan jumlah industri halal di Indonesia yang telah tersertifikasi.


  • 0 komentar:

    Posting Komentar