• Opini EkSys : Momen Lebaran Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi 2022

     

        


        Pemerintah memperbolehkan masyarakat yang ingin mudik Lebaran dengan syarat sudah mendapatkan dua dosis vaksin dan booster serta tetap menerapkan protokol kesehatan. Kabar tersebut tentunya menjadi angin segar bagi masyarakat lantaran di tahun 2020 dan 2021 kegiatan mudik sempat dilarang guna memutus rantai penularan Covid-19.


        Mudik lebaran 2022 tentu akan meningkatkan demand terhadap transportasi. Hal ini akan berdampak positif terhadap sektor transportasi dan juga memberikan multiplier effect termasuk kepada pelaku UMKM dan sentra kuliner.


        Di samping peningkatan sektor transportasi, lebaran juga akan meningkatkan konsumsi masyarakat termasuk kebutuhan pokok berupa pangan dan sandang. Hal ini juga akan memberikan dampak positif untuk sektor pertanian, perkebunan, peternakan, industri olahan dan perdagangan.


        Para pemudik juga akan membawa sejumlah dana ke kampung yang akan meningkatkan konsumsi di daerah dan mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah. Di samping itu, tempat-tempat wisata juga akan ramai dikunjungi sehingga akan menghidupkan sektor pariwisata.


        Selain konsumsi masyarakat yang semakin melonjak, tak lupa pula kegiatan ZISWAF (Zakat, Infaq, Shadaqah, dan Wakaf) ikut meningkat dalam momen Ramadhan kemarin dimana waktu tersebut digunakan oleh banyak orang untuk berlomba-lomba sedekah dan mencari pahala. ZISWAF merupakan instrumen ekonomi syariah yang berkaitan dengan pemberdayaan ekonomi umat islam dan memiliki potensi besar untuk membantu meningkatkan ekonomi masyarakat. Apalagi di momen lebaran, identik sekali dengan Zakat Fitrah yang merupakan kewajiban umat islam dan pembayarannya harus dilakukan sebelum sholat idul fitri dilaksanakan.


        Menurut sudut pandang penulis, peningkatan konsumsi masyarakat pada masa Ramadhan hingga lebaran tahun ini akan membantu mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Disamping itu, sektor keuangan sosial Islam yakni ZISWAF (Zakat, Infak, Sedekah dan Wakaf) juga berkontribusi untuk dapat meningkatkan stimulan konsumsi dan produksi masyarakat maupun mustahik; orang yang berhak menerima zakat, sehingga menghasilkan permintaan (demand) yang seimbang dengan penawaran (supply) untuk mengembalikan transaksi ekonomi di masyarakat.


    Penulis : Cantik Siska Anggraeni

  • 0 komentar:

    Posting Komentar