• SERIES 1 : Strategi Pengelolaan Keuangan Perbankan Syariah untuk Meningkatkan Inklusi Keuangan Syariah Masyarakat Indonesia

     


        KSEI EkSys FEB UNESA menyelenggarakan Sharia Economic Seminar National KSEI EkSys (SERIES) pada hari Sabtu, 16 April 2022 yang dilakukan secara daring menggunakan media zoom meeting dengan mengangkat topik “Strategi Pengelolaan Keuangan Perbankan Syariah untuk Meningkatkan Inklusi Keuangan Syariah Masyarakat Indonesia”

        Pembukaan pertama dilakukan oleh ketua pelaksana SERIES yakni Fina Kartika Sari yang berkata, “Saya berharap dengan mengikuti SERIES ini, hadirin peserta bisa mendapatkan ilmu pengetahuan yang fresh.”

        Selanjutnya sambutan diteruskan oleh Cantik Siska Anggraeni selaku ketua umum KSEI EkSys FEB UNESA, lalu dilanjutkan pula oleh Bapak Achmad Yasin selaku Pembina KSEI EkSys FEB UNESA, dan yang terakhir adalah sambutan dan pembukaan acara oleh Bapak Khoirul Anwar selaku wakil dekan bidang kemahasiswaan.

        Sekitar pukul 09.50 acara inti yaitu penyampaian materi oleh Bapak Kemas Erwan Husainy selaku RCEO BSI Region 8 Surabaya dimulai.

        BSI adalah merger Bank Syariah yang diresmikan langsung oleh Presiden Jokowi pada 1 Februari 2021. Bank Syariah Indonesia memiliki Visi dan Misi sejalan dengan UU RI No. 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah (Pasal 3 & 4). Perbankan Syariah bertujuan menunjang pelaksanaan pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan keadilan, kebersamaan, dan pemerataan kesejahteraan rakyat. Selain itu, BSI bercita-cita menjadi Top 5 Bank Nasional dan Top 10 Bank Syariah Global. Konsep sederhana bank syariah yaitu tidak memberikan jaminan pendapatan di awal secara pasti namun melalui bagi hasil yang didapat di akhir.

        Pembeda Bank Syariah dengan Bank Konvensional yakitu, selain membayar pajak kepada pemerintah, Bank Syariah juga membayar zakat. Pertumbuhan Bank Syariah lebih unggul daripada Bank Konvensional baik secara aset, pembiayaan, maupun pendanaan pihak ketiga.

        Bisnis model Bank Syariah yaitu dana diperoleh dari deposan dan dilakukan penyimpanan dana, lalu BSI menyalurkan dana kepada nasabah seperti deposito, tabungan, giro dengan melakukan akad investasi dan titipan yakni akad jual beli (murabadah), bagi hasil (musyarakah), dan sewa (ijarah), selanjutnya dilakukan zakat dan bagi hasil.

        Didukung dengan populasi Muslim terbesar di dunia, potensi pertumbuhan Bank Syariah di Indonesia sangat besar & Indonesia berada di peringkat ke 4 dalam Global Islamic Economy Indicator (GIEI). Disamping memiliki peluang yang besar, ada tantangan yang sedang dihadapi Bank Syariah Indonesia yaitu literasi & inklusi keuangan Syariah yang masih rendah, lemahnya daya saing & jaringan yang terbatas.

        Bank Syariah Indonesia hadir melalui merger, salah satu alasan BSI menjadi besar karena pemerintah. Dimana PNS dominan hanya boleh di konvensional saja sekarang boleh ke syariah. BSI sebagai penyalur KUR (Kredit Usaha Rakyat) itu adalah momentum yang dimanfaatkan. Strateginya bergerak lebih cepat ke masyarakat dan mendapat respon positif dari masyarakat, waktu pandemi pada tahun 2020 - hari ini justru meningkat signifikan.

        Selain menyalurkan pembiayaan di retail, BSI juga melakukan pendampingan dan adanya lembaga amil zakat nasional. Pembinaan yang dilakukan BSI dari permodalan, secara teknis pada sektor riil. Akan ada UMKM Center untuk bermitra dengan beberapa UMKM untuk berjualan di situ, selain itu akan ada talenta wirausaha muda di kompetisikan dan yang terbaik akan diapresiasi oleh BSI.

  • 0 komentar:

    Posting Komentar