• Comics 1 : Dalam Perbankan Syari'ah Akad Mudarabah Lebih Menguntungkan ataukah Penuh Risiko bagi Nasabah?

     



        Pada tanggal 19 Maret 2022 acara kajian rutinan COMICS KSEI EkSys diadakan untuk yang pertama kalinya dalam periode ini. Dengan tema pembahasan “Dalam Perbankan Syari'ah Akad Mudarabah Lebih Menguntungkan ataukah Penuh Risiko bagi Nasabah?” Kegiatan ini dimulai pada pukul 09.00 WIB.

        Kegiatan ini bertujuan untuk menambah wawasan mengenai ekonomi islam serta membentuk pemikiran kritis anggota KSEI EkSys dengan cara bertukar opini dan dilakukan diskusi dalam forum yang terbagi menjadi 2 tim yakni, tim pro dan tim konta.


    1.     Kesimpulan tim kontra

                Kami tim kontra melihat realitasnya memang pada dasarnya akad islam memberikan keuntungan  ke dua pihak, tapi dari implementasinya  perbankan masih kurang dalam mekanisme pembiayaan untuk nasabahnya. Lalu solusi yang kami tawarkan selaku tim kontra yaitu:

    1. Dari sisi individu/masyarakat/nasabah, perlu memahami Akad Mudharabah yang sesuai dengan syariat Islam. Pemahaman yang benar akan menumbuhkan kepercayaan masyarakat untuk melakukan akad Mudharabah ini.

    2. Dari sisi pegawai perbankan, perlu adanya pemahaman bagi mereka (pegawai bank syariah) yang dulunya berada di bank konvensional kemudian pindah ke bank syariah. Perlu ada pelatihan terkait praktik ekonomi islam, termasuk pelatihan praktik Mudharabah. Agar tidak terjadi kesalahan dalam penggunaan kata maupun alur akadnya, sehingga nasabah juga

    3. Dari sisi lembaga dan perbankan syariah yang masih butuh perbaikan. Perlu adanya pembangunan fasilitas yang sesuai dengan syariat Islam supaya akad Mudharabah yang dijalankan tidak menyalahi akad dan merugikan salah satu pihak. Misalnya dalam mekanisme akad ini bentuknya kerjasama bukan peminjaman. Jika mengalami kerugian maka nasabah tidak akan dibebankan membayar ganti rugi ataupun mengembalikan modal, kecuali jika kelalaian pengelola dana. Untuk mewujudkan ini butuh pemerintahan yang memang serius untuk menerapkan sistem ekonomi Islam secara keseluruhan.

     

    2.     Kesimpulan tim pro

        Kami disini belajar bahwasanya ekonomi islam ini tidak bisa dilakukan dengan cepat akan ada proses yang dilalui terutama dalam meningkatkan literasi masnyarakat tentang ekonomi islam akad mudhorobah. Kemudian terkait hal yang kami ingin kami simpulkan bahwasanya , terkait produk pendanaan memang ada resiko yang akan ditanggung namun bank itu pasti akan bertanggung jawab sebesar-besarnya. Dan terkait pinjaman dari beberapa bank berusaha semaksimal mungkin menganalisa nasabah yang meminjam untuk bisnisnya. Mungkin nanti bagaimana kitab isa meningkatkan literasi masyarakat tentang akad mudhorobah Bersama -sama .

     

    3.     Kesimpulan

        Bahwa resiko yang paling besar dari kurangnya literasi atau pemahaman dari nasabah. Maka dari itu alangkah baiknya memberikan informasi kepada masyarakat terkait pemahaman akad mudhorobah. Sehingga bank syariah bisa menjelaskan secara detail mengenai akad yang berlangsung agar tidak terjadi kesalahan atau resiko serta implementasi dimasyarakat itu sendiri.


  • 0 komentar:

    Posting Komentar