• MIRACLE 6 KSEI EkSys


            Kelompok Studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Negeri Surabaya menyelenggarakan kegiatan Miracle (Sharia Economic Learning Circle) yang dilaksanakan setiap satu bulan sekali. Miracle kali ini (Ahad, 29 Agustus 2021) merupakan kegiatan Miracle yang keenam pada periode 2021 dengan tema “KUARTAL II TAHUN 2021, EKONOMI TUMBUH 7,07% : Dimanakah letak peran dan pengaruh APBN ?” kegiatan ini dilaksanakan secara daring via google meet pada pukul 09.00-11.00 WIB. Sama dengan sebelumnya, miracle ini dilakukan dengan metode diskusi tiap kelompok yang telah dibagi sebelumnya. Dalam kelompok tersebut tidak ada tim pro maupun kontra sebagaimana sebelumnya, tetapi setiap anggota kelompok dapat menyampaikan opininya masing-masing.
     
                Seperti yang kita ketahui bahwa pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2021 tumbuh positif sebesar 7.07% dibandingkan pada kuartal II 2020. Sesuai dengan data pertumbuhan ekonomi meningkat dari berbagai bidang utamanya ekspor barang dan jasa. Selain itu pertumbuhan ekonomi dapat dilakukan pada konsumsi yang mengarah pada investasi, industri padat karya,  industri pengolahan, kontruksi, dan lainya. Yang ditunjukan oleh data ekspor memberikan pengaruh cukup signifikan yaitu 31.78%, belanja pemerintah, konsumsi 5.93%, investasi 7.54%, bahkan sektor manufaktur 6.58%. 
     
            Bertumbuhnya ekonomi hingga 7.07%, terdapat peran APBN di dalamnya, karena ekonomi dalam suatu negara dapat di lihat dari pengeluaran serta pendapatan yang di terima negara tersebut. Pada saat pandemi ini pengeluaran negara di tambah untuk menangani masalah covid 19, akan tetapi negara dapat menanggulangi masalah tersebut dengan pendapatan negara, dari perpajakan yang dari situ mendapat cukup banyak pendapatan negara. Akan tetapi selain itu terdapat aktivitas ekspor dan import yang besar sehingga membuat pengaruh. 
      
            Dengan demikian, dalam Miracle 6 kali ini menyimpulkan bahwa peran dan pengaruh APBN terhadap pertumbuhan ekonomi pada kuartal II diantaranya:
    1. APBN menjadi instrumen utama bagi pemulihan ekonomi nasional. Alokasi belanja negara diarahkan untuk mendukung pemulihan ekonomi dan prioritas pembangunan di bidang kesehatan, pendidikan, teknologi informasi dan komunikasi, infrastruktur, ketahanan pangan, pariwisata dan perlindungan sosial. 
    2. Postur APBN 2021 dari sisi kebijakan pendapatan negara, pemerintah berupaya untuk melakukan optimalisasi penerimaan negara melalui perluasan basis pajak sekaligus mendorong percepatan pemulihan ekonomi nasional, melalui pemberian insentif sejalan dengan upaya reformasi di bidang perpajakan dan PNBP. 
    3. APBN 2021 dapat menjadi momentum transisi menuju adaptasi kebiasaan baru secara bertahap untuk menyelesaikan permasalahan di sektor kesehatan, ekonomi, sosial yang dihadapi Indonesia. 
    4. APBN 2021 juga dapat menjadi momentum bagi pemerintah untuk melakukan reformasi struktural dalam rangka menata kembali alokasi sumber daya ekonomi nasional agar lebih efisien dan efektif untuk tahun-tahun mendatang.

  • 0 komentar:

    Posting Komentar