• MIRACLE 1 KSEI EkSys

     


        Kelompok Studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Surabaya menyelengarakan kegiatan MIRACLE (Sharia Economic Learning Circle) yang dilaksanakan setiap satu  bulan sekali. MIRACLE kali ini (Minggu, 28 Maret 2021) mengangkat tema “LUNCURKAN GERAKAN NASIONAL WAKAF UANG (GNWU): Akankah membantu Pertumbuhan Ekonomi Syariah ?”. Kegiatan ini dilaksanakan via Google meet pada pukul 09.00-11.30 WIB. Kegiatan ini dilakukan dengan membagi Fungsionaris KSEI EkSyS UNESA menjadi dua tim, yakni tim pro dan tim kontra.

        MIRACLE kali ini mengangkat mosi tentang pernyataan presiden Joko Widodo yang meluncurkan gerakan nasional wakaf uang pada senin, 25 maret 2021 yang lalu. “Salah satu langkah terobosan yang perlu kita pikirkan adalah pengembangan lembaga keuangan syariah yang dikelola berdasarkan sistem wakaf. Potensi wakaf di Indonesia sangat besar, baik wakaf benda tidak bergerak maupun benda bergerak termasuk wakaf dalam bentuk uang,” ujarnya.
     
        Diskusi tim pro dan kontra mengenai mosi tersebut sangat seru. Tiap tim saling menyampaikan argumen dan sanggahannya. Tim pro berpendapat bahwa wakaf uang bisa meningkatkan perekonomian melalui investasi berupa aset yang dapat dimanfaatkan oleh umum dan menambah pendepatan negara dengan penerapan Y = C+G+I+ (X-M) + wakaf, meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap ekonomi dan keuangan syariah, cakupan wakaf tidak hanya untuk ibadah, namun juga bertujuan untuk sosial ekonomi masyarakat, meningkatkan literasi dan edukasi masyarakat terhadap ekonomi dan keuangan syariah, membantu UMKM melalui bantuan dana microfinance untuk dhuafa sejahtera, mengurangi belanja pemerintah dengan wakaf, terdapat dana alternatif belanja pemerintah dalam menyefiakan fasilitas publik, serta mengurangi defisit anggaran belanja & pinjaman. 
     
        Sedangakan tim kontra berpendapat apabila gerakan ini dilaksanakan yakni wakaf uang tidak bisa menambah perekonomian suatu negara disebabkan oleh adanya ketakutan penyelewengan dan masyarakat hanya ikut-ikutan saja, bukan paham sepenuhnya, wakaf uang belum terbukti karena anggaran belanja sementara sampai saat ini masih dalam keadaan defisit, wakaf uang ditakutkan berakibat pada likuiditas sektor swasta, suku bunga naik, dan kredit turu, ditakutkan dengan adanya proses transfer dalam wakaf uang tidak ada lembaga yang menjamin didalamnya. 
     
        kesimpulannya sebenarnya dana wakaf ini bisa mempengaruhi pertumbuhan ekonomi syariah, namun meskipun begitu juga terdapat beberapa hal yang dikhawatirkan karena kurangnya kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan wakaf oleh badan wakaf Indonesia. Ekonomi syariah tumbuh apabila ekosistem pembiayaan untuk pelaku usaha untuk menaikkan produk domestik bruto, dan bergulirnya wakaf uang berdampai pada microfinance di Indonesia.
  • 0 komentar:

    Posting Komentar