• KSEI EkSys Unesa Adakan Fassion Secara Daring

    KSEI EkSys Unesa Adakan Fassion Secara Daring

    Baru-baru ini, Kelompok Studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi Negeri Surabaya mengadakan FASSION "Fiqh Muamalah Discussion" yang dilaksanakan pada jumat, 17 Juli 2020. Acara ini berjalan cukup hikmat dimulai pukul 19.00 - 2020 WIB yang dilaksanakan secara daring via Whatsapps dengan tema diskusi yaitu  "Fiqh Muamalah sebagai Langkah Mengembangkan Perekonomian Dunia". Untuk diskusi kali ini dinarasumberi oleh Ds. Sri Abidah Suryaningsih, S. Ag, M. Pd, yang merupakan Ketua Jurusan Ilmu Ekonomi Universitas Negeri Surabaya.

    Berikut merupakan notulensi hasil diskusi: 

    Fiqh Muamalah merupakan hukum-hukum atau aturan-aturan Allah SWT yang wajib dita’ati terkait dengan hablun minnas dalam urusan duniawi seperti: bai’, dayn, syirkah, ijarah dll. Sistem Islam menghubungkan nilai-nilai ekonomi dengan nilai aqidah ataupun etika. Artinya, kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh manusia dibangun dengan menggabungkan nilai materialisme dan spiritulisme, yg berorientasi falah, yaitu dunia akhirat.

    KSEI EkSys Unesa Adakan Fassion Secara Daring

    Hasil diskusi pada acara FASSION malam ini, antara lain :

    1. Bagaimana Cara untuk Memberikan Informasi pada Semua Orang bahwa Sistem Ekonomi Islamlah yang Bisa Membuat Sejahtera ?? Bukan Sistem Ekonomi Kapitalis yang Tengah Bercokol saat Ini?

    Jawab : Sumber hukum utama umat Islam: al quran, assunnah, ijma' dan qiyas. semua aktifitas muslim hrs berparadigma pada sumber hukum utama tsb. termasuk kegiatan ekonomi ex. lembaga perbankan "syariah" selama ini akad yang digunakan sudah sesuai (murabahah,mudharabah dll) maka terbebas dari unsur Riba. Ajaran Islam = rahmat bagi seluruh alam...artinya Islam tdk pernah mengajarkan kekerasan /paham radikal. Apakah bagi hasil terbebas dari unsur riba? Dan sebenarnya fungsi bank baik konvensional maupun syari’ah, bukankah untuk membantu dalam hal penyimpanan uang saja?
    Jawab : Akad yang digunakan dlm perbankan syariah ex. akad pembiayaan dg mudhrabah (antara mudharib dg shohibul mal) secara hukum islam sah selama memenuhi syarat dan rukun. bgtu jg nisbah/ bagi hasil yang ada dlm perbankan syariah bukanlah termasuk riba, jk di terapkan sesuai aturan yng ada dlm syariah.

    2. Bagaimana cara muamalah yang sesuai syariat? Soalnya banyak orang yang bingung dan belum paham?

    Jawab : tugas manusia sebagai Abdullah/hamba Allah dan khalifah fil ard. Sebagaimana pertanyaan sebelumnya : semua aktifitas baik hablun minnAllah dan Hablun minnas semua diniatkan beribadah pada Allah SWT. Dalam aktifitas ekonomi penting memperhatikan prinsip dasar : nilai2 ketauhidan, terbebabas dari unsur yang dilarang dlm agama, memperhatikan betul halal dan haram. Mari kita sama2 syiar kebaikan di muka bumi Allah. Kadang orang-orang merasa kalau muamalah yang dilakukan sudah sesuai dengan syariat, ternyata muamalah yang dilakukan ada yang melanggar syariat,terus bagaimana cara mencegah hal tersebut terjadi?
    Jawab : Jika kita betul-betul totalitas dlm beragama (QS.al-Baqarah: 208) maka bs membedakan yang haq dan yang bathil, begitu jg motif ekonomi memang dibangun unk ttp beraktifitas diatas bumi Allah dengan menjaga etika agar tdk lalai ( QS. AlQassas:77).

    3. Perkembangan lembaga keuangan syariah di Indonesia semakin pesat, menunjukkan bahwa semakin banyak yang sadar untuk menerapkan ekonomi islam dengan kandungan fiqh muamalah yg terdapat di dalamnya. Termasuk kami semua disini yakin bahwa Ekonomi Islam adalah solusi terbaik dari seluruh permasalahan ekonomi yang ada apalagi di tengah kondisi pandemi saat ini. Yang ingin saya tanyakan, apakah bisa ekonomi islam diimplementasikan secara menyeluruh di negeri ini sedangkan Indonesia sendiri masih berkiblat/bergantung pada perekonomian barat (AS)?

    Jawab : Ajaran Islam ada. Untuk seluruh umat artinya tidak hanya umat Islam saja, dengan mencermati aturan2 yang ada dlm syariah maka bs diterapkan dalam kondisi apapun termasuk masa pandemi ini. Beberpa teori "barat" bisa diambil selama berorientasi pada kesejahteraan bersama, adil dan demokratis, mengangkat ekonomi rakyat kecil menjadi berkembang, dan ttp memperhatikan halal dan haram.

    4. Bagaimana cara kita sebagai mahasiswa untuk lebih bisa memahamkan kepada masyarakat awam, bahwa bertransaksi secara syari’ah itu penting untuk keberkahan usaha yang dijalankan ? Karena ketika saya amati, masyarakat khususnya pelaku UMKM itu seringnya ketika meminjam modal usaha lebih memilih pada rentenir dengan tanpa syarat dan ujung-ujungnya oleh si rentenir itu memberikan tambahan untuk pengembalian uang yang dipinjamkan itu.. mereka belum tau keberadaan lembaga keuangan syariah, misal BMT ataupun koperasi syariah atau sampai Bank Syariah ?

    Jawab : Masya Allah inilah pentingnya kita memahami fiqh muamalah, memahami ajaran agama (tidak hanya dibaca tetapi harus diamalkan) kita mencontoh tauladan sejati kita Rasulullah Saw. beliau membudayakan ilmu dimulai dg dirinya sendiri, kemudian pada keluarga, dan ke publik. tentunya tdk dg kekerasan. dakwah bil lisan jk mampu, bil mal, bil khal/dg tindakan / memberikan contoh yang terbaik unk masyarakat. smoga kita para akademisi mampu mengamalkannya.


    Notulensi : Yuliana